Informasi teknologi, internet

Cara Vendor Ponsel China Akali Regulasi TKDN

Regulasi TKDN untuk ponsel 4G sejatinya memiliki celah yang bisa dimanfaatkan oleh para produsen ponsel.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menetapkan aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk ponsel 4G LTE, salah satunya ponsel tersebut harus memiliki kandungan lokal yang cukup.

Komposisi aturan tersebut memang masih digodok, namun para produsen ponsel tampaknya sudah tidak sabar untuk memasarkan produk merkea di Indonesia.

“Sampai sekarang aturan TKDN belum terlalu jelas jadi kami tunggu seperti apa kejelasannya. Yang jelas kami akan selalu ikuti regulasi yang diterapkan,” kata Country Manager Flash Indonesia Eko Susanto.

Flash Plus 2 adalah salah satu ponsel 4G yang dijual di Indonesia dengan izin sebagai ponsel 3G. Tidak salah, karena ponsel ini memang secara default hanya bisa berjalan di jaringan 3G dengan status 4G ready.

Status 4G ready membuat ponsel tersebut bisa berjalan di jaringan 4G LTE hanya dengan beberapa langkah mudah, memperbarui firmware misalnya. Bahkan ada produsen ponsel yang sengaja mendistribusikannya melalui Over-the-Air (OTA) sehingga pengguna bisa langsung memperbarui firmware dengan begitu mudah.

Langkah seperti ini tidak hanya dilakukan oleh Flash. Sebelum itu, ada sejumlah tipe ponsel lain yakni OnePlus X dan Coolpad Max yang juga memiliki status 4G ready namun dipasarkan dengan sertifikasi 3G.

Dalam Peraturan Menkominfo Nomor 27 Tahun 2015 tentang Persyaratan Teknis Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi Berbasis Standar Teknologi LTE, ditetapkan TKDN ponsel 4G pada 2016 harus mencapai 20 persen, dan angka itu akan naik jadi 30 persen pada awal 2017.

Sejauh ini, Lembaga Survey Independen per Januari 2016 mencatat ada 11 vendor yang telah memenuhi TKDN sebesar 20 persen, yaitu Advan, Haier, Polytron, Acer, Samsung, Oppo, Evercoss, Asus, SPC, Huawei, ZTE, Lenovo, Hisense, dan IndoApps M12.

Artikel Lain