Informasi teknologi, internet

Giliran Situs Polda Riau Kena Hack, Ini Kata Kapolda

Tampilan situs Polda Riau saat terkena serangan hacker. (Screenshot via http://riau.polri.go.id/)

Jurnaldigital.com – Situs resmi Kepolisian Daerah Riau, www.riau.polri.go.id, mendapat serangan hacker pada Jumat (12/5) sore. Akibatnya, tampilan halaman berubah menjadi hitam. Dan tampak foto Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di tengahnya, disertai pernyataan berbahasa Inggris yang isinya mengungkapkan rasa simpati terhadap terpidana kasus penistaan agama itu.

“Give his all to his country, guilty and sentenced two years in jail.”

Begitu tertulis pesan di atas foto Ahok. Sementara di bagian bawahnya tertulis:

“#RIP Justice In My Country 🙂 Karena Kebenaran Tidak Selalu Berujung Baik :)”

“Biar Mereka Semua Tau Siapa Penista yang Sebenarnya :)”

Tampilan tersebut sama persis dengan tampilan situs resmi Pengadilan Negeri Kabupaten Jembrana, Bali, yang juga sebelumnya diretas pada Rabu (10/5) malam.

Situs Pengadilan Negeri Diretas, Hacker Tulis Pesan tentang Ahok

Atas peristiwa tersebut, Kapolda Riau Irjen Zulkarnain menegaskan akan mencari pelaku peretasan.

“Ya kami akan cari pelakunya. Akan kami laporkan ke cyber crime,” ucap Zulkarnain, Jumat (12/5).

Peretasan tersebut juga memberi pelajaran bagi pihak kepolisian untuk segera meningkatkan keamanan sitem di situs itu.

“Iya memang semestinya website kami itu menggunakan HTTPS ya, pake secure itu. Namun, itu mungkin lebih besar biayanya. Karena ada S-nya secure supaya enggak bisa dihack orang,” ujar Zulkarnain.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran mengaku belum mendapatkan laporan mengenai peretasan baik dari Pengadilan Negeri Negara Kabupaten Jembrana Bali, Kepolisian Polda Riau, maupun situs portal Tempo.co.

Diketahui, situs berita Tempo.co pun tidak luput dari serangan hacker.

Baca: Situs Tempo Di-hack, Diganti Foto Rizieq

Meski demikian, Bareskrim Polri akan segera melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait aksi peretasan tersebut.

Juga, kata Fadil, Bareskrim Polri segera menginstruksikan kepada masing-masing instansi untuk memaksimalkan konfigurasi teknologi informasinya.

Menurut Fadil, kejahatan cyber berbeda dengan kejahatan konvensional yang dapat dicegah melalui peran serta kepolisian dan masyarakat. Kejahatan cyber, menurut dia, lebih sulit untuk di cegah karena pelaku kejahatannya dapat berada di mana saja.

“Pengamanan sistem elektronik merupakan hal yang paling kritis dan paling utama untuk mencegah serangan cyber,” kata Fadil.

 

Artikel Lain