internet

Seruan #BoikotIndosat Menggaung Usai Seorang Karyawan Dipecat karena Bela Rizieq dan Sebut Rezim Jokowi Busuk

Hashtag #BoikotIndosat digaungkan oleh netizen di media sosial Twitter. Aksi tersebut bermula Berawal dari pernyataan seorang pegawai Indosat bernama Riko M Ferajab (RMF) di Facebook. RMF mengkritik pedas pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan mengatakan ini rezim yang paling busuk di Indonesia.

“Rezim ini akan tercatat sbg rezim paling busuk dlm sejarah perpolitikan Indonesia,” tulisnya.

Dia juga berharap agar orang-orang yang berkuasa dapat diadili karena mengkriminalisasi ulama, terutama pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab.

“Dan segera menyeret orang2 zalim yg saat ini berkuasa, serta siapa pun yg punya andil dlm kriminalisasi para ulama dan fitnah2 thd umat Islam, hingga ke pengadilan dan tiang gantungan,” imbuhnya.

Postingan Riko M Ferajab di akun media sosialnya (Facebook)

Pernyataan tersebut kemudian dikomentari oleh sejumlah netizen. Hingga ada salah netizen yang membuka identitas RMF, termasuk tempat kerjanya, yaitu di Indosat sebagai Manajer Business Inteligent & Reporting.

Dari situ lah netizen menanyakan apakah benar RMF merupakan pegawai di Indosat. Juga sejumlah netizen mendesak CEO Indosat Alexander Rusli memproses RMF sebab tulisannya yang dianggap kelewat batas.

Alexander Rusli kemudian menanggapi lewat akun Twitter-nya, @alexanderrusli .

“Bukan hoax Pak. Langkah sudah diambil. Spt yg disampaikan terpisah kami tdk tolerir staf yg terbukti tdk sejalan dgn negara dan pemerintah,” tulis Alexander, Sabtu (3/6/2017) lalu.

“Sebagai perusahaan kami tdk tolerate sama sekali pegawai yang anti NKRI,” kata Alexander di bagian lain Twitter-nya pada Jumat (2/6).

Namun dari Jawaban Alexander itu muncul aksi saling kecam antara yang mendukung pemecatan terhadap RMF dengan yang membelanya. Yang tidak setuju dengan pemecatan RMF kemudian mengecam kicauan Alexander tersebut. Imbasnya, muncul seruan boikot Indosat dengan tagar #BoikotIndosat.

“Jika benar-benar terjadi pemecatan, maka kita serukan #BoikotIndosat!!#BoikotIM3!!,” tulis pemilik akun bernama @YudhiVernanda.

“Indosat berani pecat orang Muslim karena membela Islam dan Ulama,” cuit @CondetWarrior.

“Jadi benar kabar bahwa @IndosatCare akan memecat yang mengkritik pemerintah? Kalian sudah di-buy-back Joko? Mau kami lawan dengan #BoikotIndosat?,” ujar akun @SiBonekaKayu.

“Kesewenang-wenangan antek penjilat itu harus dilawan dengan #BoikotIndosat. Negara tak akan berpihak pada umat. Kita lawan dengan boikot,” sambung @bandabening.

Akhirnya, lewat laman website resmi, Indosat merilis pernyataan resmi.

Berikut ini pernyataan lengkapnya:

Pernyataan Indosat Ooredoo terkait Penyampaian Pendapat secara Bijaksana

Indosat Ooredoo adalah perusahaan yang selalu mentaati seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Secara internal perusahaan juga konsisten menerapkan good corporate governance di dalam kegiatan bisnisnya.

Indosat Ooredoo berdiri di Indonesia untuk memberikan layanan kepada masyarakat dan mendukung pemerintah Republik Indonesia dalam melakukan pembangunannya melalui medium teknologi dan komunikasi sesuai dengan UUD 45, Pancasila dan hukum serta perundangan yang berlaku.

Perusahaan menghargai hak setiap pegawai dalam berpendapat, maupun menyalurkan aspirasi politik. Setiap pendapat pribadi dan aspirasi politik pegawai, merupakan tanggung jawab dan hak pribadi masing-masing, termasuk pengungkapan dan penyebarannya di sosial media namun patut diketahui bahwa hal tersebut harus sesuai dengan etika, peraturan dan perundangan yang berlaku serta mendukung persatuan masyarakat dan berbangsa

Penyampaian pendapat dan aspirasi politik oleh pegawai Indosat Ooredoo di sosial media, merupakan hak dan tanggungjawab individu bersangkutan, serta TIDAK ada kaitannya dengan sikap perusahaan. Indosat Ooredoo memiliki mekanisme internal yang secara tegas menghimbau seluruh pegawai agar senantiasa bijak dalam menggunakan sosial media.

Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang merupakan pedoman internal perusahaan secara tegas melarang pegawai untuk menyebarkan konten atau informasi yang bersifat provokatif atau menghasut. Pegawai Indosat Ooredoo juga tidak diperbolehkan mengatasnamakan perusahaan dan memakai atribut perusahaan dalam bentuk apapun saat mengemukakan opini pribadi di sosial media, maupun pada saat melakukan kegiatan politik.

Perusahaan juga secara aktif dan berkala mengingatkan pegawainya terhadap peraturan-peraturan dan himbauan perusahaan terkait hal ini.

 

Artikel Lain