internet

Polisi Sinyalir Kelompok Saracen Garap Proyek Sebar Hoax dan SARA di Pilkada DKI

Polisi Sinyalir Kelompok Saracen Garap Proyek Sebar Hoax dan SARA di Pilgub DKI
Kombes Pol Awi Setiyono

Bisnis kotor kelompok Saracen sudah beroperasi sejak November 2015 lalu. Proyek menyebarkan hoax dan fitnah bermuatan SARA mereka garap di media sosial. Tidak main-main, ada 800 ribu akun di media sosial yang mereka kelola.

Polisi mensinyalir, salah satu proyek yang digarap Saracen adalah isu hoax dan SARA di Pilgub DKI lalu.

“Kalau digital forensiknya kita dapatkan gambar-gambar itu,” beber Kabag Mitra DivHumas Polri Kombes Awi Setiyono kumparan.com, Kamis (24/8).

Meski demikian, kata Awi, mesti diselidiki lebih dalam lagi soal temuan jejak digital kelompok ini.

Selain lewat berita abal-abal di situs mereka, yaitu saracennews, kelompok yang diketuai pria berinisial JAS ini juga menggunakan instagram, facebook, dan twitter. Selain artikel, mereka juga menggunakan meme.

Baca: Saracen, Raup Ratusan Juta dari Beternak Kebencian

Grup Facebook Saracen (Foto: Screen Capture Facebook)

Ada tiga orang pentolan kelompok Saracen ini yang baru-baru ini ditangkap Bareskrim. Mereka adalah MFT (43), yang ditangkap pada 21 Juli 2017, SRN (32) yang ditangkap pada 5 Agustus lalu di Cianjur, Jawa Barat, dan JAS (32) yang ditangkap di Pekanbaru, Riau pada 7 Agustus lalu.

“Mereka pandai membuat akun-akun palsu, akun anonymous, bahkan yang real pun dia bisa. Berarti kemampuan seperti JAS itu kan pimpinan mereka, dia bisa merecovery akun-akun yang sudah diblokir, dia bisa. Kemampuan-kemampuan itulah salah satu yang menjadi daya tariknya sehingga dia dikenal kan begitu. Kemudian dia pandai membuat akun-akun yang real, semi, ada anonymous, rekam jejaknya itu bisa kita buktikan dari sekian-sekian KTP, sekian-sekian paspor, yang mereka buat. Berarti kan ada order gitu lho,” papar Awi.

Baca juga: Soal Saracen, Eggi Sudjana: Saya Justru Bertanya Kenapa Ada Nama Saya di Situ?

 

Artikel Lain