Sebelum Whatsapp, 8 Aplikasi Ini Sudah Lebih Dulu Diblokir di China

Pemerintah China memang terkenal sangat ketat dalam menerapkan sensor terhadap aplikasi asing yang masuk di negara tersebut. Selama ini, ada dua alasan pokok dibalik kebijakan penyensoran, yakni politik dan ekonomi.

Akhir-akhir ini, pemerintah China justru terus memperkuat sensor negaranya lewat teknologi yang dikenal dengan istilah Great Firewall, mengambil nama dari situs peninggalan sejarah terkenal di China, Great Wall (Tembok Besar China).

Baca: Mengenal “Great Firewall”, Teknologi Canggih China yang Blokir Whatsapp

‘Korban’ terbaru dari kebijakan ketat di China adalah Whatsapp. Aplikasi di bawah naungan perusahaan Facebook itu diblokir total oleh pemerintah China baru-baru ini.

Baca: Pemerintah China Blokir Total Aplikasi Whatsapp

Namun, sebelum Whatsapp, setidaknya ada 8 situs atau aplikasi yang sudah lebih dulu tidak mendapat tempat di negeri berjuluk tirai bambu itu.

Inilah 8 aplikasi yang tidak akan ditemukan di China, sebagaimana dikutip dari CNNTech.

1. Google

Segala produk Google tidak bisa diakses dari China. Dari mulai Gmail hingga situs pencarian Google, semua tak bisa digunakan.

2. Facebook

Media sosial miliki Mark Zuckerberg ini sudah tidak bisa diakses di China sejak 2009 lampau. Kala itu, Facebook tengah meroket tinggi di dunia. Pemerintah China segera membentengi negaranya. Akibat pemblokiran ini, aplikasi media sosial lokal Weibo pun berkembang.

3. Instagram

Instagram diblokir pemerintah China setelah mencuatnya protes kelompok pro-demokrasi di Hongkong pada 2014 lampau. Ketika itu Instagram digunakan untuk mempopulerkan gerakan protes tersebut lewat tagar #OccupyCentral.

4. Twitter

Twitter pun tak luput dari sensor pemerintah China. Gara-garanya, pada 2009 peristiwa Arab Spring dan Revolusi Hijau Iran dipelopori dari media sosial ini.

5. Snapchat

Layanan media sosial yang populer di kalangan generasi muda ini juga tak mendapat tempat di China.

Sebagaimana Google dan Facebook, larangan ini nampaknya diambil demi melindungi pasar domestik China dari serangan perusahaan barat. Hal ini dilakukan pemerintah agar usaha lokal punya waktu untuk mengembangkan jaringan sendiri.

6. Pinterest

Situs Pinterest belum lama masuk dalam jaring pemblokiran di China. Sebelumnya, layanan berbagi konten itu bebas diakses di negeri itu lantaran konten yang dibagi di platform ini termasuk kategori “aman”.

Biasanya orang hanya berbagi hobi mereka di Pinterest. Namun, alasan perlindungan pasar dalam negeri melatari kebijakan ini, ketimbang alasan politik.

7. Website

Ada ribuan situs yang juga tak luput dari sensor pemerintah China. Hasil pencariannya pun disensor. Website yang disensor tidak hanya terkait pornografi, namun juga situs-situs yang mengkritik pemerintah komunis China atau yang mengangkat isu sensitif seperti hak asazi manusia.

8. E-book dan video

Pemerintah China juga membuat sensor ketat terhadap konten digital. Konten Apple iBook dan iTunes Movies yang menawarkan streaming karakter Disney tak mendapat tempat di sana.

Bahkan pemerintah China juga membatasi beredarnya film barat di bioskop-bioskop di China. Dalam setahun, hanya 34 judul film barat yang boleh diputar di berbagai bioskop.

Meski dilarang, warga China sebenarnya masih bisa mengakses berbagai layanan tersebut menggunakan layanan VPN. Namun belakangan, pemerintah China juga berencana untuk memblokir berbagai aplikasi dan layanan VPN di negaranya tersebut.

Apple bahkan dikabarkan telah menghapus berbagai aplikasi VPN di App Store miliknya demi mengikuti kemauan pemerintah China itu.

 

Tags: #China #facebook #Instagram #Pinterest #twitter #Whatsapp

Must read×

Top