Informasi teknologi

Kisah Persahabatan Bill Gates dan Steve Jobs yang Bikin Baper

Steve Jobs dan Bill Gates (kanan). (Foto: istimewa)

6 tahun yang lalu, tepatnya pada 5 Oktober 2011, pendiri Apple Steve Jobs meninggal dunia. Namun hingga kini nama Steve masih sering diperbincangkan. Contohnya tentang hubungannya dengan teman seangkatan yang juga sama populernya, Bill Gates.

Bill Gates sudah berulangkali menceritakan mengenai pertemanannya dengan Jobs yang penuh liku.

“Aku cukup beruntung berjumpa Steve Jobs beberapa kali. Orang selalu mengatakan betapa keren Steve Jobs,” ujar Gates suatu ketika.

Pernah juga Gates dan Jobs terlibat dalam perseteruan serius. Puncaknya terjadi ketika Microsoft merilis Windows pertama pada 1985, yang menggunakan tampilan antarmuka grafis. Jobs yang marah menuduh Microsoft meniru mentah-mentah Macintosh.

Gates tak ambil pusing. Ia sudah yakin ide tampilan antarmuka ini akan jadi besar, dan tak merasa Apple punya hak eksklusif atasnya. Lagipula, Gates tahu ide tampilan antarmuka grafis Apple itu terinspirasi dari Xerox, yang dikembangkan Palo Alto Research Center, sebuah institusi yang sama-sama mereka puja.

“Menurutku ini seperti kami sama-sama mempunyai tetangga kaya bernama Xerox dan aku membobol rumahnya untuk mencuri televisi namun ternyata kamu sudah mencurinya terlebih dahulu,” ujar Gates menjawab tuduhan Jobs tersebut.

Bill Gates dan Steve Jobs saat muda

Bill Gates dan Steve Jobs saat muda

Tapi perseteruan itu tak berlangsung lama. Keduanya kembali akur. Gates pun selalu mengenang Jobs sebagai sosok sahabat. Gates menuturkan lagu kenangan mereka yang berjudul Two of Us dari The Beatles. Salah satu liriknya berbunyi “You and I have memories longer than the road that stretches out ahead.”

“Steve sangat menyukai musik. Dia suka Beatles dan aku juga. Dan dia memang menyebutkan lagu ini ketika dulu kami diwawancarai bersama. Hanya dia dan aku mengerti seberapa intens dan kenangan apa saja yang datang bersama dengan lagu itu,” ujar Gates.

“Dalam tahun tahun awal kami, intensitas di antara kami selalu tentang proyek dan kemudian, karena Steve sakit, menjadi jauh lebih mellow, dalam hal membicarakan tentang kehidupan dan anak anak kami,” papar Gates.

Gates memuji bahwa Jobs adalah sosok jenius, terutama dalam hal desain produk. Meski banyak bersaing, Gates kembali menegaskan kalau mereka adalah sekutu dekat.

“Dalam beberapa periode kami benar benar adalah sekutu, mengerjakan software original untuk Apple. Kadang dia memang sangat keras padamu dan kadang dia akan sangat memberi semangat,” tutur Gates.

Gates menambahkan mereka berdua boleh dibilang memang tumbuh bersama. Dan meskipun terjadi persaingan ketat di antara mereka, tetap ada rasa saling menghormati.

“Usia kami hampir sama dan kami dulu semacam orang yang naif optimistik dan membangun perusahaan besar. Dan semua fantasi kami dalam menciptakan produk dan belajar hal baru, kami sudah mencapai itu semua,” tukas Gates.

“Kebanyakan kami mencapainya sebagai rival. Namun kami selalu menjaga rasa respek dan komunikasi bahkan ketika dia sedang sakit,” tambah pendiri Microsoft tersebut.

 

Artikel Lain