Kapan Internet Indonesia Bisa Seperti Jepang?

Kapan Internet Indonesia Bisa Seperti Jepang?

Kalian pasti sudah pernah merasakan bagaimana leletnya internetan dengan jaringan tanpa kabel atau istilahnya wireless. Putar YouTube tersendat-sendat, buka gambar putus-putus dsb.

Apa sebab dari semua itu? Sumber masalahnya sejauh ini 95 persen infrastruktur komunikasi data di Indonesia masih mengandalkan jaringan nirkabel. Sedangkan teorinya, trafik komunikasi data itu 60 persen seharusnya dibebankan pada jaringan serat optik (fiber optic).

Teknologi wireless itu sebenarnya didesain untuk trafik rendah, sementara untuk trafik tinggi seyogyanya menggunakan kabel (serat optik). Itulah kenapa orang-orang di negara maju tidak menggunakan perangkat mobile ketika di rumah atau kantor. Mereka memilih menggunakan kabel untuk koneksi Internet karena kecepatannya lebih tinggi.

Jepang merupakan contoh negara yang tampak serius membangun infrastruktur komunikasi data lewat kabel serat optik itu. Seperti dikutip PC world, pemerintah Jepang sangat mendukung koneksi Internet menggunakan serat optik untuk diaplikasikan di rumah pribadi. Kini sekitar 25 persen rumah tangga Jepang telah tersambung serat optik.

Sudah lazim di Jepang, Internet Service Provider (ISP) menawarkan kecepatan berselancar 1Gbps. Bahkan, beberapa ISP berlomba-lomba menjaring konsumen dengan memberikan potongan tarif.

Ketika tarif Internet di Jepang semakin kompetitif, sekarang ini persaingan mengarah pada kualitas koneksi. Baru-baru ini ISP So-net Entertaiment di Jepang meluncurkan layanan Internet 2Gbps. Kecepatan mengunduh data hingga 2Gbps dan mengunggah 1Gbps. ISP ini melayani komunikasi data dari rumah, apartemen, dan usaha kecil menengah di Tokyo serta enam prefektur lainya.

Menariknya, layanan berbasis serat optik bernama Nuro itu menawarkan tarif 51 dollar AS per bulan untuk kontrak dua tahun plus ongkos instalasi. Pun perusahaan juga meminjamkan perangkat yang berfungsi mengubah koneksi serat menjadi broadband. Alat itu diberi nama ONU (optical network unit).

Lantas kapan di Indonesia bisa seperti Jepang? Silahkan tanya pada rumput yang bergoyang.

Must read×

Top