Sindir Menyindir Dunia Gadget

Apple Vs Windows

Apple Vs Windows

Apple sepertinya masih kesal dengan rentetan iklan ‘Laptop Hunter’ dari Microsoft, yang mencitrakan produk Apple kemahalan. Mereka menyerang balik dengan iklan baru yang tayang di televisi Amerika Serikat.

Iklan bagian dari kampanye ‘Get a Mac’ tersebut meluncur hampir bertepatan dengan rilis sistem operasi baru Apple, Snow Leopard pada tahun 2009. Apple intinya menyerang PC berbasis Windows sebagai subyek serangan virus yang jauh lebih banyak ketimbang Mac.

Mirip dengan iklan Microsoft, promosi Apple tersebut juga menampilkan seorang calon pembeli wanita. Sang pembeli menginginkan komputer yang bisa bekerja baik, tanpa diganggu ribuan virus dan juga membuat sakit kepala.

Salah satu iklan berjudul ‘Top of the Line’. Di sini, digambarkan PC yang diperankan oleh seorang aktor, mengklaim punya layar yang lebih lebar dan prosesor lebih cepat. Namun pembeli akhirnya tetap memilih Mac karena menilai PC kebanyakan virus dan juga bikin pusing.

Meski memang lebih jarang kena virus ketimbang komputer berbasis Windows, Mac tak sepenuhnya bebas virus. Beberapa ahli menilai alasan mengapa Mac lebih jarang terkena virus adalah karena peredarannya yang tidak seluas Windows.

Nvidia Vs Intel

Bukan rahasia jika hubungan dua raksasa industri semikonduktor, Intel dan Nvidia, agak tegang. Situasi pun bakal makin memanas dengan sindiran yang disampaikan Nvidia lewat kartun.

Intel dan Nvidia sama-sama bergerak di industri semikonduktor. Jika Intel lebih fokus pada mikroprosesor (CPU), Nvidia lebih dikenal untuk prosesor grafis (GPU).

Nah, belakangan, hubungan keduanya cenderung tidak mesra lagi. Terutama sejak keduanya nampak berebut pasar yang sama.

Lewat Ion, yang diumumkan pada 2008, Nvidia seakan menyerang bisnis chip grafis terintegrasi Intel yang cukup ‘laris’ sejak booming Netbook.

Di sisi lain, Intel juga menyiapkan Larabee sebuah produk prosesor grafis yang bisa jadi akan bersaing langsung dengan Nvidia. Nvidia pun menambah bara pada api perseteruan dengan membuat situs IntelsInsides.com.

Situs tersebut berisi karikatur yang menyindir Intel. Misalnya, dalam salah satu gambar, CEO Intel Paul Otellini ditampilkan ala Marlon Brando dalam film Godfather.

Otellini pun dibuat memplesetkan kalimat terkenal film itu. “Kita akan ajukan penawaran microprosesor yang tidak bisa ditolak,” sebut tokoh itu. Dalam kesempatan lain Otellini digambarkan sedang duduk di atas sebuah bom waktu. Bom itu berlabelkan ‘Larabee’.

Apple Vs Microsoft Vs Samsung, dll

Salah satu petinggi Microsoft sedikit mencemooh Apple dengan membandingkan hujatan terhadap iPhone 4 dan kegagalan sistem operasi Windows Vista beberapa waktu lampau.

“Tampaknya, kegagalan iPhone 4 saat ini seperti masalah OS Vista Microsoft dulu, dan kami merasa tidak ada masalah dengan itu,” kata Chief Operating Officer Microsoft, Kevin Turner pada tahun 2010.

Sambil sedikit ‘bernostalgia’, Turner mengenang saat itu. Yakni masa dimana Vista yang diluncurkan awal 2007 dinilai sebagai produk gagal. Kritik pedas pun meluas dan menjatuhkan citra Microsoft sebagai raksasa software.

Sebelum memulai pidatonya, Turner sempat berkelakar soal kegagalan antena iPhone 4. “Salah satu hal yang ingin saya utarakan, meyakinkan Anda semua bahwa Windows Phone 7 akan segera hadir. Anda bisa menggunakannya tanpa perlu repot soal cara menggenggam ponsel yang benar,” canda Turner.

Seperti diketahui, buruknya penerimaan sinyal pada iPhone 4 telah menuai kritikan. Apple sempat mengonfirmasikan, hal itu bergantung dari cara pengguna menggenggam smartphone sehingga mempengaruhi kinerja antena.

Namun kemudian, Apple mengakui bahwa kegagalan itu disebabkan cacat software dan berjanji akan segera mengupdatenya. Apa mau dikata, masalah ini terlanjur meluas. Sampai-sampai, lembaga konsumen berpengaruh di AS pun kemudian menyatakan tidak merekomendasikan iPhone 4 untuk dibeli.

Steve Jobs Vs PlayBook, Galaxy Tab dkk

Steve Jobs, CEO Apple Inc., menyindir kehadiran perangkat tablet pesaing iPad yang memiliki layar lebih kecil. Meski tak menyebut secara spesifik, sudah bisa diduga yang dimaksud Jobs adalah perangkat tablet seperti BlackBerry PlayBook, Samsung Galaxy Tab dan lainnya yang berukuran lebih kecil dari iPad.

“Generasi tablet 7 inchi yang ada sekarang akan DoA, dead on arrival,” ujar Jobs dalam sebuah conference call pada tahun 2010.

Para pembuat gadget itu, ujar Jobs, akan mendapatkan pelajarannya. “Mereka akan merasakan pelajaran yang pahit bahwa tablet mereka terlalu kecil, dan akan membesarkannya di tahun depan,” Jobs menambahkan.

Diduga, komentar Jobs ini adalah reaksi pada kekecewaan pasar atas penjualan iPad yang tak sesuai harapan. Saham Apple pun disebut terpengaruh penjualan itu.

Bukannya tidak laku, iPad konon mengalami hambatan karena pasokannya tak cukup. Banyak toko dan pembeli yang menunggu berminggu-minggu sebelum bisa mendapatkannya, dan ini menyebabkan angka penjualan tersendat.

Pada akhirnya, tablet berukuran sekitar 7 inch sukses merebut perhatian pasar. Hingga memicu Apple untuk meluncurkan iPad Mini.

Samsung Vs Apple

Persaingan para vendor teknologi tak jarang melibatkan perang iklan untuk memojokkan rivalnya. Seperti Samsung yang menyindir para fans Apple di iklan Galaxy S II pada tahun 2011

Iklan yang tayang di stasiun televisi Amerika Serikat itu menampilkan antrean penggemar Apple untuk mendapat iPhone baru. Para fans itu disindir ‘buta’ dengan trik marketing Apple sehingga tak bisa mengakui Galaxy S II adalah ponsel lebih hebat.

Iklan yang bisa dilihat di YouTube ini memang tidak menyebut nama Apple atau iPhone 4S. Namun jelas kentara para fans antre di sebuah toko mirip Apple Store.

Para fans digambarkan ada yang sudah mengantre sembilan jam sebelum toko buka. Sesaat kemudian di luar antrean tersebut, ada beberapa orang yang memakai Galaxy S II.

Para pengantre bertanya-tanya ponsel apakah itu karena layarnya terlihat sangat cemerlang. Mereka pun saling membandingkan ponsel iPhone dengan Galaxy S II dan terlihat layar Galaxy S II lebih unggul serta lebih lebar.

Iklan tersebut juga menyindir ketiadaan konektivitas 4G di iPhone serta baterai yang lemah. Kemudian ada tulisan yang mengklaim Galaxy S II lebih hebat, ‘The next big thing is already here’.
Skype Vs Facebook & Twitter

Sebuah kampanye besar-besaran dilakukan oleh layanan telepon berbasis internet, Skype. Dengan budget sebesar USD 12 juta, kampanye ini bak menyulut api perang dengan Facebook dan Twitter.

Pasalnya, kampanye yang dimaksud dituangkan dalam bentuk iklan yang menyindir keberadaan dua penguasa internet tersebut.

Ide general kampanye Skype yang bertajuk ‘It’s Time for Skype’ ini adalah bahwa komunikasi berbasis teks milik Twitter dan Facebook membuat orang-orang menjadi seperti ‘zombie’.

Di sisi lain, Skype diklaim sebagai satu-satunya cara membuat orang tetap menjadi manusia selagi mereka berkomunikasi secara online.

Kampanye yang dirilis di Amerika Serikat dan Inggris pada pertengahan tahun 2012 ini dibesut oleh Pereirea & O’Dell yang berbasis di San Fransisco.

Apple Vs Samsung

Tidak hanya produk terbaru yang diperkenalkan Apple di acara Worldwide Developer Conference (WWDC) 2012. Namun juga psywar yang dilancarkan Apple terhadap pesaingnya, yakni Samsung.

Dalam pembukaan WWDC 2012 yang digelar di Moscone West, San Francisco, Amerika Serikat, Apple terkesan menyindir Samsung yang tengah mendapat banyak sorotan karena keberhasilannya membuat produk pesaing Apple.

Sambil menanti acara utama seperti presentasi dari CEO Apple Tim Cook, ada sebuah video pembukaan dari Siri — aplikasi asisten digital Apple — sebelum acara dibuka. Video tersebut menyambut tamu undangan yang hadir.

Di tengah sambutan itu, tersebut lah Siri yang membawa-bawa nama Samsung. “Menanti produk terbaru dari Samsung. Bukan ponsel, tetapi produk kulkasnya.”

Tak pelak ini membuat tamu yang ada di situ tersenyum dan tergelak. Walau hanya singkat, banyak yang paham jika ini merupakan kalimat sindiran.

WWDC 2012 sendiri akhirnya mengumumkan beberapa informasi terbaru, seperti update iOS6 dan OS X Montain Lion. Serta kehadiran laptop anyar mereka, yakni Macbook Pro dan Air.

Apple Vs Android

Ada yang menarik di sela-sela pengumuman tablet iPad Mini yang dihelat di California Theater, San Jose, Amerika Serikatpada Oktober 2012. Vice President Marketing Apple Phil Schiller membandingkan sekaligus menyindir tablet Android.

iPad Mini hadir dengan memangkas dari ukuran iPad sebelumnya, tepatnya 7,9 inch. Seperti diketahui, Android juga kebanyakan menghadirkan tablet dengan ukuran 7 inch pula.

“Kita punya iPad Mini di sebelah kanan dan tablet Android di sebelah kiri. Mari kita bandingkan,” kata Phil, dengan latar belakang sebuah layar raksasa.

Walau tidak menyebut merek atau versi secara eksplisit, bisa dipastikan tablet yang ditampilkan Phil adalah Nexus 7. Tablet perdana Google hasil kolaborasi dengan Asus.

“Lihat ada bezel (alumunium) di seluruh lapisan layarnya (iPad Mini). Sementara tablet (Android) satunya menggunakan plastik! Sungguh tebal dan berat,” sindir Phil.

Phil belum berhenti sampai di situ. Ia masih terus menyanjung iPad Mini yang mempunyai ukuran 7,9 inch masih sangat lega untuk browsing di internet ketimbang tablet Android yang mentok di 7 inch.

“Coba lihat, display iPad Mini 50% lebih luas dari tablet di sebelahnya,” sindirnya lagi.

Microsoft Vs Apple

Memang sudah lama Apple dan Microsoft terlibat perang iklan dengan konten yang saling serang satu sama lain. Dengan slogan ‘I’m a Mac and you’re a PC’, Apple cukup sukses mencitrakan komputer Mac sebagai produk yang keren.

Dalam kampanye iklan tahun 2009, pihak Microsoft coba meyakinkan publik bahwa produk komputer berbasis Windows adalah yang paling sesuai dalam masa krisis ekonomi yang terjadi saat itu.

Dalam iklan baru itu Microsoft menampilkan seorang model iklan wanita yang ingin membeli laptop. Ia berkunjung ke toko Apple dengan modal uang US$ 1000. Namun kemudian dia mengurungkan niatnya untuk membeli karena menilai komputer Apple terlalu mahal.

Lalu, wanita itu memutuskan untuk pergi ke toko retail komputer. Di situ ia tertarik dengan beberapa komputer Windows dan akhirnya memutuskan membeli komputer bermerek HP hanya dengan bandrol US$ 700 saja.

Dia pun kegirangan karena mendapat komputer yang didambakannya. Tak pelak, iklan itu ditujukan untuk memperkuat kesan produk Apple terlalu mahal.

Samsung Vs HTC, LG Penengah

Belakangan antara HTC dan Samsung sering terlibat perang komentar negatif terhadap lawannya. Bahkan, adu mulut ini tidak hanya terjadi di dunia nyata, tapi berlanjut ke dunia maya.

Ya, melalui akun Twitter mereka saling menyerang bahkan menjurus twitwar di ranah twitterland tersebut. Ungkapan twitwar sendiri jamak didengar di kalangan pengguna Indonesia yang melihat ‘pertengkaran’ di Twitter.

Seperti dikutip detikINET dari Phone Arena, Senin (10/6/2013), awal permasalah ini bermula dari akun @SamsungMobileUK berkicau yang ditujukan ke akun HTC, “Four is Always Better Than One (Empat (S4-red) selalu lebih baik dari satu (HTC One-red)”.

Melihat sindiran tersebut, akun @HTC_UK membalasnya dengan sebuah kicauan ejekan “Plastic is Not Fantastic, my friend (Plastik itu tidak fantastis, kawanku)”.

Tak berhenti sampai disitu, bahkan kedua akun resmi khusus negara Inggris tersebut dengan saling melemparkan sindiran, mulai dari pamer penghargaan, hingga tuduhan membayar untuk menjelek-jelekkan kompetitornya.

Beruntungnya, pertengkaran keduanya berhasil dihentikan. Tapi tunggu, yang melerai mereka justru bukan penggunanya, melain akun Kompetitor Samsung dan HTC juga, yakni LG melalui akun @LGUK

Akun tersebut me-mention kedua akun tersebut dengan gambar meme dan kalimat bijak “Calm down dears! It’s Only a Phone (ayolah kawan, ini hanya ponsel!)”

Must read×

Top