Saingi Go-jek dan GrabBike, Uber Luncurkan UberMotor

Jurnaldigital.com – Uber secara resmi meluncurkan layanan transportasi roda dua, atau biasa lebih dikenal dengan ojek, bernama UberMotor di Indonesia. Di masa awal perilisan ini, layanan tersebut baru tersedia di kota Jakarta.

Sebagaimana tertulis di blog Uber Indonesia yang diunggah pada Selasa (12/4/2016), “Kami sangat senang dapat mengumumkan peluncuran uberMOTOR hari ini, yang memungkinkan siapapun di Jakarta untuk mendapat perjalanan dengan sepeda motor dalam hitungan menit, hanya dengan menekan satu tombol.”

Pemberitahuan tentang peluncuran layanan ojek ini juga Uber kirimkan lewat e-mail pengguna. Dalam e-mail tersebut, Uber menulis, “Sejak meluncurkan Uber di Jakarta, kami selalu mencari cara untuk menghemat waktu dan uang Anda melalui berbagai pilihan langsung di dalam aplikasi Uber Anda. Kini, kami telah menambahkan satu lagi pilihan tetapi dalam bentuk roda dua.”

“Baik itu perjalanan yang cepat ke kantor, mengunjungi kafe terdekat atau terburu-buru menghadiri sebuah meeting, kami ingin menghemat pengeluaran Anda,” lanjut Uber dalam pesan e-mail-nya tersebut.

Sebelumnya, layanan UberMotor pertama kali telah diluncurkan di Thailand pada Februari lalu di kota Bangkok. Menurut Uber, UberMotor dikembangkan untuk kota-kota di negara berkembang dengan angka kemacetan tinggi.

Di Indonesia sendiri layanan ojek motor dipelopori oleh perusahaan Go-Jek yang didirikan Nadiem Makarim. Layanan ini cukup diminati pengguna terutama yang berdomilisi di kota Jakarta.

Selain berkompetisi dengan Go-Jek, layanan ojek motor Uber di Indonesia juga akan bersaing dengan layanan GrabBike, ketiganya menggunakan skema tarif yang berbeda-beda.

Dalam situs resminya, Uber menulis, tarif dasar dan minimum layanan ini Rp 1.000. Per kilometer, penumpang akan dikenakan Rp 1.000, sedangkan per menit Rp 100.

Sampai 11 Juli, UberMotor masih memberikan promosi.

Penumpang selain membayar dengan uang tunai, disebutkan bisa membayar dengan kartu kredit. Uber akan mengirimkan tanda terima pembayaran elektronik bagi penumpang setelahnya.

Baca: Inilah Perbandingan Tarif UberMotor, Go-jek dan GrabBike

Dishubtrans: tidak ada masalah dengan Uber Motor

Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta tak mempermasalahkan keberadaan layanan ojek dari Uber. Menurut mereka, keberadaan ojek dari Uber Motor sama dengan ojek-ojek lainnya, baik yang konvensional maupun berbasis aplikasi.

“Jadi tidak masalah. Mereka sama dengan ojek biasa,” kata Kepala Dishuntrans DKI Andri Yansyah saat dihubungi KompasTekno, Rabu (13/4/2016).

Selama ini, keberadaan ojek memang tidak diatur secara khusus. Walaupun tidak dinyatakan legal, keberadaan ojek juga tidak dilarang.

Atas dasar itu, Andri menyatakan tidak akan ada penindakan terhadap layanan ojek dari Uber. Penindakan baru akan dilakukan jika pengemudi ojek melanggar aturan lalu lintas.

“Yang penting jangan melanggar lalu lintas. Kalau melanggar hukum ya ditertibkan,” ujar Andri.

Tags: #Aplikasi

Must read×

Top