Registrasi Ulang Kartu SIM Harus Sertakan Nama Ibu, Benarkah?

Menkominfo Rudiantara mengatakan, masa registrasi ulang dan baru nomor telepon dengan KTP dan KK mulai diberlakukan akhir bulan Oktober ini, dan berakhir pada 28 Februari 2018.

Menurut Rudiantara, masyarakat diberi tenggang waktu hingga 121 hari untuk melakukan registrasi. Namun, jika terlewat, bukan berarti nomor tersebut akan langsung diblokir.

Akan ada prosedur-prosedur yang dijalankan hingga kartu tersebut benar-benar tidak bisa digunakan alias diblokir.

Kemenkominfo melalui operator seluler mengaku akan memberikan notifikasi sebagai pengingat supaya pemilik nomor segera melakukan registrasi.

“Kalau masih belum (registrasi) juga, tidak bisa menelepon keluar selama satu bulan,” ujar Rudiantara, Sabtu (21/10).

Diharapkan, dengan peringatan tersebut pengguna telepon seluler langsung tanggap untuk meregistrasi nomornya.

Namun jika masih belum juga meregistrasi, nomor tersebut tidak akan bisa dihubungi selama 15 hari. Setelahnya, barulah nomor tersebut benar-benar diblokir dan tidak bisa digunakan lagi.

Kemenkominfo mengaku, kebijakan itu diambil demi kenyamanan pelanggan seluler. Terutama untuk meminimalkan tindak kejahatan yang menggunakan nomor seluler sebagai sarana.

Rudi juga menglarifikasi kabar yang menyebut bahwa pelanggan seluler diminta menyebutkan nama ibu kandung karena ada KK yang harus dilampirkan.

“Hanya nomor KK, bukan isinya,” ucapnya.

Operator kemudian memverifikasi apakah nomor KK tersebut benar-benar terdaftar di Ditjendukcapil dan milik pendaftar yang bersangkutan.

Dia memastikan operator tidak akan menyentuh isi dari KK yang nomornya didaftarkan. Sebab, itu sepenuhnya kewenangan Ditjendukcapil.

Lagipula, pihaknya sudah mengelarkan Peraturan Menkominfo tentang perlindungan data pribadi. Siapapun yang mengelola informasi di dunia maya wajib melindungi data penggunanya.

Di sisi lain, Rudi juga menyampaikan optimismenya bahwa registrasi akan sukses. Pihaknya sudah mendapat jaminan dari Ditjendukcapil terkait kemampuan server dalam menampung registrasi data.

“Berdasarkan kecepatan dari Dukcapil, dan sudah dicoba, (kemampuannya) 100 registrasi per detik,” tutur Rudi.

Maka, dalam satu jam nomor yang bisa diregistrasi mencapai 360 ribu atau 8,64 juta per hari. Dengan demikian, meski banyak registrasi yang masuk sekaligus, tidak akan mengganggu kinerja server. Pengguna ponsel juga tidak perlu khawatir gagal registrasi dengan alasan server melambat.

Sebelumnya, sempat muncul isu bahwa registrasi kartu seluler diwajibkan pula menyertakan nama ibu kandung. Hal itu membuat sebagian pihak khawatir data mereka akan dicuri.

Mengingat, nama ibu kandung menjadi kunci untuk membuka informasi pribadi di beberapa instansi. Contohnya adalah perbankan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga meyakinkan bahwa registrasi itu bisa mencegah kejahatan. Salah satunya, penipuan yang lazim disebut “mama minta pulsa”.

Juga penipuan dengan modus menjanjikan sesuatu dengan meminta transfer uang dalam jumlah tertentu.

Tags: #Rudiantara

Must read×

Top