Pemerintah Turki Nyatakan Bitcoin Tidak Cocok untuk Muslim

Pemerintah Turki mengatakan Bitcoin tidak cocok dengan Islam.

Dari hasil rapat Direktorat Urusan Agama (Diyanet), Turki mengungkapkan bahwa sifat spekulatif dari Bitcoin berarti jual beli mata uang virtual. Dan ini, menurut mereka, tidak cocok bagi Muslim.

Alasan lain dari ketidak cocokan Bitcoin adalah, pemerintah tidak bisa mengendalikan peredarannya, sebagaimana dilansir Coin Telegraph (30/11).

“Jual beli mata uang virtual tidak cocok dengan agama saat ini karena kenyataan bahwa valuasinya sangat terbuka terhadap spekulasi. Mereka dapat dengan mudah digunakan untuk aktivitas ilegal seperti pencucian uang, selain itu tidak berada dalam audit dan pengawasan oleh negara,” tulis Euronews yang menerjemahkan dari media lokal Enson Haber.

Diyanet mengeluarkan panduan pada 24 November, hanya beberapa hari sebelum lonjakan harga Bitcoin yang menempatkannya di USD 11.000 per koin sebelum anjlok 15 persen.

Turki sebelumnya menjadi sasaran empuk dari startup Bitcoin setelah negara tersebut melarang PayPal, namun kondisinya tidak menunjukkan perubahan ke arah yang stabil.

BTCTurk, bursa Bitcoin yang sempat menutup layanannya sementara pada tahun 2016, gagal mencari mitra perbankan setelah institusi setempat menutup rekening-rekeningnya tanpa peringatan sebelumnya.

Dalam hal spekulasi, para spekulan belum dapat mengambil untung dari kinerja Lira yang buruk, setelah kehilangan separuh nilainya terhadap Dolar Amerika sejak 2013.

Diyanet menambahkan bahwa prinsip ketidaksesuaian yang sama berlaku juga untuk Ethereum.

Tags: #Bitcoin

Must read×

Top