Menkominfo: BSSN tidak tangani “Hoaks”

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengatakan bahwa tugas Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bukan menangani hoax atau kabar bohong. Menurut dia, BSSN difokuskan pada persoalan keamanan siber.

“Kalau hoaks masuk masalah konten. Jadi tugas BSSN tidak terkait hoaks,” kata Rudiantara, di Jakarta, Rabu (3/1).

Lebih lanjut ia mengatakan, BSSN sepenuhnya bertanggungjawab untuk menjaga keamanan negara di sektor digital, khusunya mencegah masuknya serangan siber, di antaranya berupa malware.

“Fokusnya adalah di masalah keamanan siber, seperti penanganan masalah Wannacry kemarin, atau misalnya ada hacking. Itu yang nangani BSSN,” kata dia.

Rudiantara juga menjelaskan, BSSN dapat membuat kebijakan yang mengatur tentang keamanan siber, di antaranya terkait penangkalan, mitigasi, hingga pemulihan atau pembangunan kembali fasilitas negara yang sempat terkena malware.

“Nanti juga ada sebagian fungsi dari Direktorat Keamanan Kominfo yang bekerja sama dan aktivitasnya menjadi bagian dari BSSN,” kata Rudiantara.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melantik Mayor Jenderal TNI Djoko Setiadi sebagai kepala BSSN di Istana Negara, Jakarta, Rabu. Setiadi sebelumya adalah kepala Lembada Sandi Negara.

BSSN ini merupakan lembaga yang berada langsung di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden, setelah sebelumnya berada di bawah menteri koordinator bidang politik, hukum dan keamanan.

Usai dilantik, Setiadi melontarkan pernyataan yang langsung memicu kontroversi. Ia mengatakan bahwa tidak semua hoaks itu negatif dan dia menyilakan jika ada “hoaks membangun”.

Frase “hoax membangun” ini pun kemudian menjadi sorotan di media sosial, baik berupa canda, sindiran, hingga keheranan.

Baca juga: Presiden PKS: Tidak Ada Hoaks Membangun

Tags: #Hoax #Menkominfo #Rudiantara

Must read×

Top