Jokowi dan Prabowo

Pada debat calon presiden Minggu (17/2/2019), capres 01 Joko Widodo (Jokowi) melontarkan pertanyaan ke capres 02 Prabowo Subianto mengenai unicorn.

Sebelum menjawab, Prabowo sempat bertanya lebih dulu seolah untuk memastikan unicorn yang dimaksud rivalnya.

“Infrastruktur apa yang akan Bapak bangun untuk mendukung perkembangan unicorn Indonesia?” tanya Jokowi dalam debat.

“Yang Bapak maksud unicorn? Maksudnya yang online-online itu, iya, kan?” Prabowo bertanya balik.

Gara-gara pertanyaan itu, Prabowo dianggap tidak paham mengenai dunia start-up.

Namun hal itu dibantah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Juru Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Ahmad Riza Patria, mengatakan bahwa momen Prabowo bertanya-tanya soal unicorn bukan berarti capres nomor urut 02 itu tak memahami istilah tersebut.

Prabowo, kata Riza, cuma ingin memastikan karena pronounciation Jokowi tak jelas.

“Nggak jelas itu pertanyaan. Pak Jokowi lupa, Pak Prabowo itu pinter bahasa Inggris, Jerman, Prancis. Sementara Pak Jokowi bahasa Inggris aja masih belepotan sehingga Pak Prabowo ingin memastikan unicon apa unicorn. Itu ada perbedaan mendasar antara unicorn dan unicon. C-O-R-N atau C-O-N,” kata Riza kepada wartawan, Senin (18/2/2019).

“Sehingga Pak Prabowo memastikan itu yang online-online itu. Karena Pak Jokowi nggak clear nyebutnya,” sambungnya.

Ahmad Riza Patria
Ahmad Riza Patria. (Foto: Antara)

Riza mengatakan, seminggu sebelum debat, Prabowo bertemu dengan pelaku-pelaku unicorn sehingga tidak mungkin Ketum Gerindra itu tak memahami istilah unicorn.

“Lagian seminggu yang lalu Pak Prabowo itu ketemu dengan pengusaha unicorn. Jadi Pak Prabowo menguasai unicorn. Makanya ketika dibahas unicorn salah satu tanggapan Pak Prabowo jangan buru-buru dikenakan pajak. Karena kan ini bisnis baru berkembang. Jangan semua serba dipajakin. Ini Pak Prabowo mengerti betul. Justru Pak Prabowo mengerti betul yang substansi,” kata Riza.

Baca: Jokowi Tanya soal Unicorn, Prabowo: Maksudnya yang Online-online Itu?

Selain itu, Riza juga menduga pertanyaan Jokowi soal unicorn sengaja dilontarkan untuk menjebak Prabowo. Menurutnya, Jokowi sengaja menjebak agar peristiwa pada debat capres tahun 2014 soal singkatan TPID terulang.

“Jadi memang betul Pak Jokowi mau menyerang, dan mau menjebak, mencari-cari kesalahan Pak Prabowo biar peristiwa TPID di debat capres 2014 terulang,” ucap Riza.

Tercatat, pada debat capres tahun 2014 silam, Jokowi melontarkan pertanyaan dengan singkatan TPID kepada Prabowo. Namun saat itu Prabowo tak mengetahui kepanjangan dari TPID tersebut.

Kembali soal unicorn, dalam istilah start-up atau perusahaan rintisan, unicorn adalah start-up yang valuasinya lebih dari USD 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun. Saat ini, ada 4 startup unicorn yang dimiliki Indonesia dan sering disebut-sebut Jokowi, yakni Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka.

Baca juga: Ini 4 Unicorn Indonesia yang Tak “Dikenal” Prabowo

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.